Cahoy69’s Weblog


ANTHURIUM
Februari 21, 2008, 8:07 am
Filed under: Uncategorized

BUDIDAYA TANAMAN

ANTHURIUM

BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KARANGPLOSO

INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERIANIAN WONOCOLO

1997

PENDAHULUAN

Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias

ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun

indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.

Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu Anthurium cyrstalinum

(kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum,

Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan

Anthurium scherzerianum.

PERBANYAKAN

Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).

1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)

Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga (Gambar 1) yaitu bunga jantan

dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan

bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan

bunga jantan dan bunga betina.

Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di

bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang

dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji

tersebut di kupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur

pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan

selalu disiram.

2. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)

Ada 2 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas.

Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman

(batang) dengan menyertakan 1 – 3 akar, bagian atas tanaman ‘yang telah

dipotong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan

(Gambar 2). Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil

satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh

yang telah disiapkan (Gambar 3). Cara tabur biji dan stek disajikan pada

Gambar 4.

 

PENYIAPAN MEDIUM TUMBUH

Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu

medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium

tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus

atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran

ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.

Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan

perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan

dengan cara mengukus selama satu jam.

PENYIAPAN POT

Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik

atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki

banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan

pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian

bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya

diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa

campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot

(Gambar 5).

PEMELIHARAAN

Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 – 2 kali sehari. Daun

yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar

tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di

tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar matahari langsung.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: